Home / Berita / Wujudkan Kemandirian Organisasi, Ansor Tengguli 1 Rintis “Toko Anteng”

Wujudkan Kemandirian Organisasi, Ansor Tengguli 1 Rintis “Toko Anteng”

nujepara.or.id – Untuk mewujudkan kemandirian organisasi PR GP Ansor Tengguli 1 Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara merintis Toko Anteng. Toko yang berlokasi di Gedung NU Tengguli 1 ini dirintis pada awal Desember 2020 lalu. Kemudian toko yang menjajakan sembako, alat mandi, alat tulis, rokok dan lain-lain ini dimantapkan sebagai program kerja pada saat Raker pada 28 Desember 2020 dan diresmikan pada 15 Januari lalu.

Ketua PR GP Ansor Tengguli 1, Ahmad Zubaidi mengatakan toko yang dikelola bernama Anteng merupakan akronim dari Ansor Tengguli. “Anteng juga bermakna ketenangan dan keistiqamahan.  Tenang tapi tetap berjalan istiqamah dan fokus pada tujuan,” katanya.

Selain toko yang berlokasi di Gedung NU Toko Anteng juga merambah di dunia online yakni tokoanteng.com. “Jika membeli barang via online ada penambahan ongkos kirim,” tambahnya.

Menurut pria yang akrab disapa Zubed, munculnya toko bermula dari keresahan para anggota terkait dengan kondisi organisasi NU secara umum. “Kesan yang ada di nasyarakat bahwa NU identik dengan narik urunan. Sehingga sahabat-sahabat Ansor dalam kegiatan rutinnya ngopi bareng muncul gagasan tentang kemandirian organisasi dan sepakat untuk membentuk sebuah toko yang harapan besarnya bisa berkembang ke usaha-usaha lain,” papar Zubed.

Ditambahkan Ketua PR GP Ansor Tengguli 1 masa khidmah 2020 – 2022 selain untuk mewujudkan kemandirian organisasi juga bertujuan untuk pemberdayaan anggota, branding dan eksistensi organisasi juga edukasi dan pembelajaran terhadap anggota dalam bidang usaha/bisnis.

Terkait manajemen Toko Anteng posisinya dalam naungan PR GP Ansor Tengguli 1. “Namun agar tidak campur aduk dengan organisasi maka dibentuk tim khusus yang bertugas mengelola toko dan bertanggungjawab penuh terhadap kelangsungan toko. Saat ini Toko Anteng diketuai oleh Sahabat Miftahul Huda,” tambahnya.

Setelah toko diresmikan keberadaanya mendapat respon positif dari anggota, NU, Banom, dan masyarakat luas. Apalagi harga yang dibanderol menyesuaikan harga dengan toko-toko yang lain.

Ditanya tentang modal, Zubed yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini mengaku hanya modal nekat. “Kebanyakan orang berpikir membuat toko membutuhkan dana besar bahkan bepuluh-pukuh juta, akan tetapi Toko Anteng awal hanya bermodal sebanyak Rp. 1.200.000 hasil dari iuran beberapa anggota,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengaku setelah toko buka juga banyak penyedia barang yang bekerjasama dengan toko, menitipkan barang, bahkan nenitipkan modalnya. Di akhir penjelasannya ia berharap Toko Anteng menjadi semangat bagi kader-kader muda dalam mengembangkan organisasi Ansor. “Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lain dan menambah keyakinan bahwa warga NU itu bisa dalam semua hal karena potensinya sangatlah besar. Juga menghilangkan kesan bahwa organisasi NU itu narik urunan,” pungkas pria yang berdomisili di Desa Tengguli RT 05 RW 07 Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara ini. (sm)

Check Also

Apresiasi Perkembangan IPNU-IPPNU, PCNU Jepara Serahkan Kendaraan Operasional

Share this on WhatsApp PCNU Serahkan kendaraan operasional untuk IPNU – IPPNU Cabang Jepara. (Foto: …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.