Siswi MI Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara Juara KSM Nasional 2019

0
6
Naila, siswi MI Hasyim Asy’ari juara KSM cabang MTK terintegrasi MI. (Teks/foto: Sofirin/NU Online)

nujepara.or.id – Naila Farikha siswi MI Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara berhasil meraih medali emas pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional 2019. Naila menjadi juara pertama pada cabang Matematika terintegrasi MI.  

Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara, H. Nor Rosyid mengatakan prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras Naila dalam belajar dan berlatih, serta sinergi semua pihak yang terus mendorong dan menyemangati.  

“Ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa dan memiliki nilai bagi para siswa madrasah untuk menyadari bahwa penguasaan Iptek akan mengantarkan pada pemahaman agama yang lebih menyeluruh dan lengkap, dan pemahaman terhadap kecerdasan intelektual anak yang diimbangi dengan kekuatan iman terpenuhi,” ujar Nor Rosyid dilansir dari NU Online.  

Selain itu, ajang tersebut pada akhirnya akan menghasilkan output siswa pintar berahlakul karimah yang berguna untuk bangsa ke depan.​​​​​​​   KSM diikuti oleh sebanyak 550 siswa dari 34 provinsi di Indonesia. Event resmi Kementerian Agama (Kemenag) ini merupakan ajang paling bergengsi bagi siswa madrasah se-Indonesia.

Dalam ajang KSM yang digelar selama satu minggu ini, madrasah-madrasan baik negeri maupun swasta, dalam berbagai tingkatan, saling unjuk kemampuan dalam bidang sians dan teknologi.

Sebelum KSM tingkat nasional digelar, telah terlebih dahulu diselenggarakan KSM di tingkat kabupaten dan provinsi.   Para pemenang di level daerah mendapatkan tiket untuk beradu kuat maju di tingkat nasional.

KSM tingkat Nasional 2019 yang dibuka di Hotel Grand Kawanua Novotel, dan Kompetisi dilaksanakan di IAIN Manado, Sulawesi Utara, 16-21 September 2019.  

Kontingen yang hadir di Manado terdiri dari tiga tingkatan yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTS/SLTP), dan Madrasah Aliyah (MA/SLTA) yang sudah menjalani seleksi ketat dari tingkat kabupaten dan provinsi.

Adanya KSM membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang profesional, ditambah dengan dukungan pemerintah yang memadai, saat ini madrasah sudah tidak lagi terbenam dalam stigma sekolahan kelas dua. (Sofirin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.