Shalawat Tanpa Batas

0
6

Oleh : Muhammad Miqdad Sya’roni, Sekretaris II PC Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI NU) Kabupaten Jepara 2015-2020

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud cinta, dzikir sebagai kekuatan hati, memperbanyak sedekah dan melakukan tindakan yang terpuji. Terlebih membaca shalawat dan maulid Nabi Muhammad SAW di bulan kelahirannya yang sangatlah istimewa.

Perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sudah jelas, QS. Al Ahzab 56, “Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat-Nya membaca kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawat kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.

Dalam hadits Rasulullah bersabda, “Manusia yang paling utama di hadapanku adalah yang paling banyak shalawatnya kepadaku.” (HR. Bukhori).

Berdasar Al Qur’an dan hadits Rasulullah tersebut menjadikan kita semakin kuat atas perintah untuk bershalawat, dengan bershalawat juga harus diperbanyak, agar imbang dan kadar bobot keimanan akan semakin kuat kepada Rasulullah SAW.

Membaca shalawat adalah salah satu ibadah yang agung dan pastinya mempunyai nilai pahala. Bahkan ulama telah sepakat bahwa tidak ada ibadah yang pasti diterima kecuali bershalawat pada Nabi Muhammad SAW.

Tujuan membaca shalawat adalah :

  1. Menjalankan perintah. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk bershalawat itupun Allah beserta para malaikat-Nya juga bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  2. Mengagungkan dan mengharap berkah (tambahnya kebaikan) dari Nabi Muhammad SAW.
  3. Rasa hormat kepada Nabi Muhammad SAW, karena kita sebagai ummatnya, serta meneladani sifat dan akhlaq Nabi Muhammad SAW yang luhur budi pekertinya.

Wujud cinta dan rindu kepada sosok manusia yang menjadi “Uswatun Khasanah” bagi ummatnya. Berdoa untuk keselamatan dan ketentraman jiwa.

Bershalawat juga tidak hanya kepada Nabi Muhammad SAW saja, tapi beserta keluarga dan sahabat Nabi juga dianjurkan oleh Allah SWT, dalam QS. At Taubat 103, “Berdoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman bagi jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dengan kita mendoakannya, pasti kebaikan akan kembali kepada kita. Dasar sudah jelas serta tujuan yang pasti, menjadikan kita tanpa keraguan untuk terus bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Shalawat tanpa batas adalah wujud bahwa bershalawat itu tak terbatas dalam ruang dan waktu, karena dilakukan terus menerus dalam kondisi dan situasi apapun.

Istimewa menembus atas, doa yang dibarengi dengan bacaan shalawat, maka doa tersebut menembus langit dan doanya dikawal oleh para malaikat yang senantiasa mendoakan orang yang mau bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, jadi inilah istimewanya bershalawat.

Masih ragukah kita dengan keistimewaan shalawat tersebut, semoga kita senantiasa mendapatkan berkah dan nikmat hidup, serta diberikan “bejo” selamat di dunia hingga akhirat. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.