Sejumlah Pengusaha Bertemu Bahas Deklarasi HPN

0
3

nujepara.or.id – Gelaran hari lahir (harlah) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang ke-8 telah dua bulan selasai. Sejumlah agenda kegiatan pun tersusun rapi dan acara puncak dihelat secara mewah di Hotel Grand Sahid Jaya Jl. Sudirman Jakarta Pusat (20/07/2019).

Sebagaimana ruh dan semangat konsolidasi yang dihembuskan pada hajatan besar tersebut yakni sinergitas sumber daya dengan teknologi untuk menumbuhkan soliditas dan loyalitas pengusaha nahdliyin.

Percikan api semangat dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) HPN Jakarta tersebut mampu memantik pengusaha-pengusaha kecil di daerah terpencil, untuk berkumpul dan bersilaturahim serta membangun arus baru ekonomi dari bawah. Salah satunya yang terjadi di Kabupaten Jepara.

Seperti yang dirasakan Edy Iswanto bahwa diperlukan sebuah wadah sebagai sarana berkumpul dan menjalin kerja sama terutama pengusaha kecil di Kabupaten Jepara. “Banyak kesulitan dan hambatan yang kami hadapi, mulai dari perizinan usaha hingga persaingan dengan para pengusaha besar di daerah,” ungkapnya.

Mencermati kondisi lingkungan usaha di Jepara, perintis perusahaan pengangkut limbah B3 tersebut meminta para stakeholder dan pelaku usaha kecil untuk saling bersinergi dalam satu wadah organisasi. Sehingga apabila ditemukan kesulitan terkait birokrasi perizinan dan persaingan tidak sehat pelaku usaha, akan ada perlindungan terutama pada para pengusaha kecil dan menengah untuk mendapatkan peluang usaha yang sama.

Hal senada disampaikan H. Azmi UN ketika ditemui di kediamannya Demaan Jobokuto Jepara. “Kekuatan ekonomi Kabupaten Jepara sebenarnya bertumpu pada perputaran barang dan jasa di masyarakat bawah, sehingga perlu dijaga lingkungan usaha yang sehat dan saling menguntungkan,” papar pengusaha agrobisnis tersebut.

Lebih lanjut dia pun memaparkan, bahwa HPN merupakan salah satu ikhtiar praksis dan nyata. HPN adalah sebuah wadah organisasi yang menjadi tempat bertemunya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), menjalin jejaring usaha dan saling gotong-royong untuk menguatkan kekompakan pengusaha nahdliyin di Jepara.

Kesamaan persepsi dan profesi mempertemukan dua orang penggiat sektor kewirausahaan di Jepara tersebut dalam satu forum diskusi kecil bertempat di Kopi Kampung Desa Pulodarat Pecangaan Jepara, Jum’at (20/9/2019).

Muhammad Kholiqul Amri, sekaligus pendiri Coffee Shop tersebut mengatakan, “Sebagai orang yang bergerak di usaha warung kopi, kami sangat merasakan keras dan ketatnya persaingan bisnis. Bahkan memunculkan suasana yang tidak sehat dalam menjalankan usaha, sebab antar pengusaha berbagai bidang belum terkoordinir dan terhimpun dalam suatu wadah organisasi.”

Ia menjelaskan bahwa forum diskusi bagi para pelaku usaha kecil di Jepara rencananya akan terus digelar secara reguler dalam rangka mempertemukan semua pengusaha lintas sektoral. Harapannya forum tersebut mampu menjadi inisiasi terbentuknya wadah perhimpunan pengusaha, dan juga sebagai ajang konsolidasi sebelum diadakannya deklarasi Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) cabang Jepara.

“Semoga apa yang para inisiator HPN lakukan senantiasa mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena kuatnya para pengusaha akan otomatis meningkatkan kemandirian Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jepara, serta mampu memberi konstribusi pengembangan dakwah NU di masyarakat,” tambahnya. (Nur Alam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.