Home / Berita / PCINU Jerman: Santri Harus Ikuti Kemajuan Teknologi

PCINU Jerman: Santri Harus Ikuti Kemajuan Teknologi

Webinar Hari Santri, Santri Membumi Santri Mendunia.

nujepara.or.id – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melalui Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah LPPI Unisnu Jepara bekerjasama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, mengadakan kegiatan Webinar Hari Santri Tahun 2021 bertajuk “Santri Membumi, Santri Mendunia” Ahad (31/10) dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube Unisnu Jepara Channel.

Webinar Nasional yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan Rektor Unisnu Jepara, H. Sa’dullah Assa’idi sebagai keynote speaker dan juga dua narasumber  Ketua Tanfidziyah PCINU Jerman M. Rodlin Billah dan Pembina Mata Air Jepara, Pengawas YAPTINU KH. Adib Khoiruzzaman ditemani Kepala Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Unisnu Jepara, Ahmad Saefudin sebagai moderator.

Beragam peserta mulai dari kalangan sivitas akademika Unisnu Jepara, santri dan masyarakat umum, antusias hadir mengikuti kegiatan ini melalui zoom meeting

Dua topik utama yang diulas narasumber dalam agenda tersebut adalah “Diaspora dan Kontribusi Santri Bagi Peradaban Global” dan “Sistem Kaderisasi Santri di Era Society 5.0.”

Menurut Ahmad Saefudin, kegiatan ini merupakan inisiasi dari sebuah pemikiran, pada kurun lima dekade terakhir, sejak Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri, lanskap dunia pesantren mengalami pergeseran dari “pinggir” ke “pusat” peradaban. Pesantren bertransformasi menjadi lembaga pendidikan Islam yang diperhitungkan oleh para sarjana. Kurikulum pesantren tidak lagi didominasi oleh khazanah kitab kuning sebagai basis wacana keilmuan.

Rektor Unisnu Jepara, H. Sa’dullah Assa’idi dalam paparan keynote speech-nya menyampaikan bahwa sekarang ini santri tidak hanya dituntut aktif di dalam pesantren, santri harus mampu mengembangkan keilmuannya. “Santri sekarang sudah melahirkan apa yang dinamakan perguruan tinggi, melahirkan rumah sakit, melahirkan sekolah-sekolah yang menyokong kemajuan seperti sekarang pada umumnya. Itu semua sudah menjadi keniscayaan, dan merupakan suatu perangkat bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

M. Rodlin Billah menyampaikan, secara umum revolusi industri didorong oleh pelbagai kemajuan dalam bidang sains dan teknologi sehingga santri harus bisa mengikuti kemajuan teknologi yang ada. “Santri harus bisa berkolaborasi dengan dunia sains, yang menggabungkan antara ilmu pesantren dan ilmu sains sehingga dapat menghasilkan kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat luas pada umumnya,” terang Ketua PCINU Jerman ini.

KH. Adib Khoiruzzaman menambahkan dalam pemaparan materinya, “sebagai santri harus dapat mengembangkan kompetensinya, santri harus peka terhadap teknologi, dan tidak menghindarkan diri dari perkembangan dunia teknologi. Santri harus merespons perubahan keadaan sosial masyarakat yang semakin cepat perubahannya berkat teknologi,” tandasnya. (za)

Check Also

Bak Militer, Pedang Pora Warnai Resepsi Pernikahan

Share this on WhatsApp Prosesi upacara pedang pora pasangan Agung dan Tyas. (Foto: Misbakhus Sholihin) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.