Home / Berita / Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

Oleh : Fikrul Umam MS*)

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada Umat Islam. Kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan umat, baik kegiatan ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama.

Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul Ulama, terutama infaq dan shodaqoh. Kegiatan Infaq sangat luar biasa manfaatnya dan sering dilakukan, baik itu di masjid-masjid maupun di berbagai kegiatan pengajian dalam rangka hari besar Umat Islam.

Program Shodaqoh juga sering dilakukan kaum Nahdliyin yang sering berkumpul di Masjid, baik shodaqoh untuk amal jariyah yang menyangkut pemberdayaan masyarakat juga shodaqoh yang diberikan kepada kaum fakir dan miskin.

Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program amal jariyah sering bekerja sama dengan banom-banomnya. Seperti, Lazisnu, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pertanian NU, Lembaga Kesejahteraan dan Kesehatan Nahdlatul Ulama, dan lainnya. Banyak berbagai latar belakang masalah yang menjadi aspek program amal jariyah NU, Pertama; karena kebutuhan masyarakat yang mendesak, seperti kemiskinan.

Kedua, karena kaum yang termarginalkan karena kurangnya berbagai akses kegiatan diberbagai kesempatan sehingga mereka menjadi kaum yang terpinggirkan jadi butuh penanganan khusus. Ketiga, masalah Pendidikan atau Sumber daya Manusia (SDM) yang kurang, jadi mereka belum memiliki lapangan pekerjaan sehingga menjadi kaum konsumen yang hanya menikmati dari produsen, karena hal itu terjadi ketimpangan antara kebutuhan dan penghasilan yang tidak seimbang.

Peran Nahdlatul Ulama sekarang ini semakin komplit, dengan aktifnya kegiatan dan gerakan sosial memberikan perhatian khusus pada mereka-mereka yang butuh penyuluhan dengan masalah sosial. Biasanya Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi mengajak bersama-sama pengurus Nahdlatul Ulama untuk bersinergi dalam hal menciptakan lapangan kerja dan penyuluhan jalan keluar agar warga NU bisa mandiri dalam hal menciptkan peluang dan lapangan pekerjaan.

Hal ini terbukti tidak sedikit para pekerja yang bekerja di dalam dan luar negeri kebanyakan adalah warga NU. Mereka dibekali ketrampilan bekerja, dibekali keahlian khusus, dibekali modal Latihan kerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja yang berada di luar negeri. Bahkan di beberapa negara mengakui tenaga kerja Indonesia sangat berkualitas, dan mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik.

Kegiatan Sosial

Nahdlatul Ulama dalam kegiatan sosial banyak yang menyentuh pada pemberdayaan sosial, Lembaga Lazisnu mislanya mengelola zakat yang masuk, hal ini Nahdlatul Ulama menerima zakat dari masyarakat untuk dikelola dengan baik. Lazisnu bermanfaat secara langsung dan dirasakan bagi penerima zakat, yaitu kaum fakir dan miskin.

Juga Lembaga perekonomian Nahdlatul Ulama, dengan program pemberian pinjaman kepada warga NU yang memiliki kegiatan usaha di bidang Enterpreuner, seperti usaha pembuatan jaket kulit, pembuatan sepatu sandal, usaha penjualan dawet, usaha toko kelontong, usaha jual pupuk dan bibit tani, usaha swalayan di desa, semuanya ini berdampak langsung pada ekonomi umat di Desa yang membutuhkan modal usaha. Dengan adanya perhatian dan penyuluhan di desa dampat memberikan manfaat dan kelancaran dalam menjalankan usaha dan modal usaha.

Ada lagi Lembaga Pertanian Nahdlatul Ulama, Lembaga ini sangat berperan penting dalam hal pertanian warga NU. Penyuluhan cara Bertani yang baik, dan pemilihan bibit unggul adalah bagian dari program pertanian NU. Dengan memberikan pelatihan khusus bagi warga NU dan cara menjalankan pertanian yang baik memberikan dampak yang signifikan, terbukti para petani NU banyak yang berhasil Ketika panen.

Muslimat NU juga berperan sangatlah penting, lewat kursus menjahit, kursus dan pelatihan ketenagakerjaan. Ibu-ibu Muslimat diberikan kegiatan pemagangan lintas sektor, seperti; magang di toko swalayan, magang di koperasi, magang di kantor pelayanan pajak, magang di kantor pemda, magang di perpustakaan, dan lainnya. Semua memberikan pelatihan skill yang berguna langsung terhadap ketrampilan warga NU.

Gerakan Pemuda Ansor juga memberikan pendampingan khusus pada pemuda NU dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan. Disnakertrans Kabupaten memberikan pelayanan dan penyuluhan, bagaimana menciptakan lapangan kerja yang baik, dengan cara membuat usaha seperti; usaha rumahan, usaha ceriping singkong, usaha warung makan, usaha pembuatan jaket, tas, dan sepatu, usaha rental computer, usaha angkringan, usaha photo copy di sekitar sekolahan, usaha membuat sapu dan sulak, masih banyak lagi usaha lainnya. Semua usaha ini dapat pendampingan dan modal usaha sehiongga pemuda NU tidak banyak yang menganggur dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Menjadi Enterpreuner yang Baik

Warga Nahdlatul Ulama dituntut menjadi Enterpreuner sejati, dengan cara memiliki semangat yang baik dalam hal bekerja dan pantang menyerah. NU dan banom-banomnya sangat berperan aktif dan efektif dalam pelatihan dunia usaha. Semakin banyaknya usaha yang dilakukan warga di berbagai kegiatan usaha baik di kota maupun di desa adalah warga NU.

Berbagai usaha yang dilakukan warga NU demi menolong ekonomi keumatan, kalau tidak ada perhatian maka pemberdayaan umat akan gagal, butuh tangan-tangan pertolongan dari pemerintah yang berguna untuk pengembangan ekonomi keumatan. Karena warga NU memiliki masalah kompleks, di antaranya; Pendidikan yang belum tinggi (SDM), kemiskinan adalah dua factor penting yang harus diselesaikan. Sehingga warga NU harus keluar dari masalah, dan menjadi enterpreuner sejati, dengan menjadi pengusaha lapangan pekerjaan akan terbuka.

Selain membuka lapangan kerja, nantinya mempekerjakan warga NU, juga membuat SDM warga NU menjadi lebih baik, dengan cara menjadi pekerja yang tangguh, ulet, terampil, dan cekatan. Di sinilah peran pemuda NU ditunggu kiprahnya, untuk keluar menjadi mineset pemuda yang Tangguh dan keluiar dari krisis lapangan pekerjaan. Sehingga menjadi pemuda yang berhasil dan menjadi enterpreuner sejati.

*) Fikrul Umam MS lahir di Pati, 12 Maret 1986. Artikelnya sudah pernah dimuat di Suara Merdeka, Jawa Pos, Sindo dan Kompas. Saat ini menjadi Redaksi Media dan Infokom LTN PCNU Kabupaten Pati.

Check Also

Achmad Makhali Pimpin Pergunu Jepara 2021 – 2026

Share this on WhatsApp Ketua Pergunu Jepara terpilih, Achmad Makhali. (Foto: Istimewa) nujepara.or.id – Achmad …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.