Kalinyamatan Bershalawat, Kapolres: Kunci Toleransi adalah Saling Menghargai

0
3
Mahallul qiyam Kalinyamatan Bershalawat bersama Gus Apang, Habib Syarif, NU Kalinyamatan, Kapolsek, Muspika dan masyarakat umum. (Foto: Amin S.)

nujepara.or.id – Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman hadir dalam Kalinyamatan Bershalawat; Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri yang berlangsung di Halaman Mapolsek Kalinyamatan Jepara, Sabtu (3/8/2019) malam. Dalam paparannya Kapolres menekankan untuk saling menghargai sesama. “Kunci toleransi adalah saling menghargai,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan Ketua MUI Jepara KH Masyhudi, Ketua PC GP Ansor Jepara H Syamsul Anwar, Ketua MWCNU Kalinyamatan KH Muhsinin, Kapolsek Kalinyamatan IPTU Sumardi, Muspika, Banom NU se-Kecamatan Kalinyamatan, dan masyarakat umum.

Kegiatan diisi pembacaan maulid yang dipimpin Gus Apang dan Habib Syarif serta diiringi rebana. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan Pangsit eks. Musik humor Timlo yang berkolaborasi dengan Darwis Nusantara Acoustic (DNA).

Dalam kegiatan yang bersamaan dengan Pelantikan Pengurus PAC GP Ansor Kalinyamatan 2019-2021 itu dia menjelaskan saling menghargai sesama bisa dimulai dari bangku sekolah, kuliah, maupun meja kerja untuk sama-sama tetap menjaga keamanan, dan ketertiban.

Apalagi bangsa ini paparnya berbhineka ada suku Jawa, Sunda maupun yang lainnya tentu memiliki sifat dan karakter dan berbeda. “Sehingga satu sama lain harus saling mnghormati tidak boleh saling menghina, mencerca, maupun menista,” tambahnya.

Sebagai sesama manusia meski memiliki strata yang berbeda. “Ada pegawai, kiai, ulama, petani, namun hakikatnya adalah sama-sama ciptaan Allah,” lanjutnya.

Kepada ratusan jamaah yang memadati halaman Mapolsek ia menyitir penelitian dari Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) bahwasanya teroris yang demen ngebom maupun menggunakan senjata api untuk aksi terorisnya bisa diambil satu benang merah, mereka memiliki sikap dan sifat intoleran. “Makanya kita perlu mengajarkan kembali toleransi agar saling menghargai,” lanjutnya lagi.

Di awal paparannya, Arif juga bercerita tentang Mbah Jalil Tulungagung Jawa Timur yang suatu ketika menerima tamu seseorang perempuan berusia 35 tahun yang memohon doa agar “dagangannya laris”. Singkat cerita dari polisi berpangkat AKBP itu setelah pendiri Pesantren Peta Mbah Jalil mendoakan dagangan perempuan itu benar-benar laris.

Sepekan kemudian, perempuan itu sowan kembali ke ndalem Mbah Jalil agar mencabut doa yang mustajab tersebut. Seperti diketahui bersama, bahwa perempuan yang didoakan Mbah Jalil tersebut adalah seorang pekerja seks komersil (PSK). Dari kisah yang dipaparkan dirinya menyimpulkan seorang kiai, ulama, sesepuh mesti memiliki rasa hormat kepada sesama manusia meskipun kepada orang yang memiliki status tidak terhormat.

Begitu juga dengan Khalifah kedua Umar bin Khatab sebelum mendapat hidayah dari Allah tergolong orang fasiq. Namun, setelah mendapatkan hidayah lanjut Arif Budiman, Allah selain memberikan hidayah (petunjuk) juga akhir hidupnya husnul khatimah.

Selain menekankan pentingnya saling menghargai sesame pihaknya juga mengapresiasi bahwa kegiatan tersebut sangat positif yang harapannya bisa mendinginkan seluruh lapisan masyarakat. “Semoga keamanan dan ketertiban selalu menyertai masyarakat kita. Dan NKRI tegak berdiri hingga akhir zaman,” harapnya.

Sebagai bentuk penghargaan PAC GP Ansor Kalinyamatan memberikan kenang-kenangan berupa pigura Nahdlatul Ulama yang diberikan untuk Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Kapolsek Kalinyamatan IPTU Sumardi, dan Pangsit eks. Timlo. (ip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.