Jahe Instan Damarwulan, Pemberdayaan Ekonomi Warga NU

0
12

nujepara.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara mengapresiasi produksi jahe instan yang dikelola oleh PRNU Damarwulan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Hal itu dipaparkan Wakil Ketua PCNU Jepara, H. Hisyam Zamroni bahwa produksi jahe instan merupakan pemberdayaan ekonomi warga NU dalam rangka menciptakan jam’iyah dan warga mandiri.

“Jahe higinies plus gula aren ini adalah asli produk PRNU Desa Damarwulan Kecamatan Keling Kabupaten Jepara di mana NU telah menjadikan warganya mempunyai klaster UMKM untuk mensejahterakan warganya,” paparnya, Ahad (19/7/2020). 

Selain untuk meningkatkan sumber ekonomi warga NU, kata Hisyam jahe juga memiliki banyak manfaat utamanya di masa pandemi ini. “Jahe ini memiliki peranan untuk menambah imun tubuh di masa pandemi covid – 19 di mana rempah-rempah jahe plus gula aren ini memberikan daya kehangatan tubuh yang baik,” katanya yang juga Kepala KUA Kecamatan Jepara ini. 

Pihaknya berharap produk perekonomian tersebut memberikan inspirasi bagi Ranting NU yang lain. “Semoga jahe ini memberi inspirasi PRNU se-Jepara untuk sama-sama menciptakan kemandirian utamanya dalam hal ekonomi,” harap Hisyam.

Pengelola jahe instan Damarwulan, Baidlowi mengemukakan awal mula produksi. Bermula dari kepedulian pengurus NU Ranting Damarwulan melihat potensi alam yang terdapat aneka rempah- khususnya jahe serta kreatifitas masyarakat tentang produksi olahan. Namun di sisi yang lain masyakarat terkendala masalah pengembangan produk, pemasaran, dan manajemen. Sehingga oleh pengurus kedua hal tersebut dikolaborasikan.

Maka, di tahun 2019 lalu mulai dimanaj oleh NU Ranting. “Untuk sistem pengelolaannya, produsen adalah warga yang memperoleh pelatihan dari Ibu-ibu Muslimat dan PKK. Setelah itu produksi dikumpulkan jadi satu oleh pengurus. Kemudian pengemasan, dan pelabelan. Produksi masyarakat kami tampung dan dibeli oleh pengurus lalu kami pasarkan. Adapun untuk pembagian profit 50% untuk pengembangan, 10% untuk NU, dan 40% untuk operasional pengelola,” terangnya.

Ditanya tentang jumlah produksi, pria yang akrab disapa Pak Bai itu menjelaskan setiap bulan memproduksi kurang lebih 500 pcs. Sedangkan untuk pemasarannya dititipkan ke warung-warung, toko, dan minimarket. Dan saat ini pemasaran juga merambah ke ranah online yang dikelola IPNU-IPPNU, dan Muslimat.

Dilanjutkan Pak Bai, produksi jahe instan ini sudah memiliki izin resmi. Izinnya lewat KBU Ngudi Berkah Keling Jepara dengan P-IRT. 51332002050820. “Ada 3 varian jahe yang dijual 100 gram Rp8.000, 200gram Rp15.000, dan 500 gram Rp35.000,” terangnya.

Wakil Syuriyah NU Ranting Damarwulan 2 ini menambahkan tujuan memproduksi jahe untuk membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Juga untuk meningkatkan kreativitas dan pembelajaran bagi generasi muda khususnya IPNU-IPPNU. “Serta program ekonomi NU untuk pengembangan Jam’iyyah NU di Ranting Damarwulan,” tambahnya.

Pihaknya berharap produksi jahe yang dikelolanya semakin eksis, berkembang, dan diminati masyarakat luas baik di Jepara maupun masyarakat luar Kabupaten. (ip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.