Home / Berita / Unisnu menjadi Tuan Rumah Forum Pimpinan PTKIS se-Jawa Tengah

Unisnu menjadi Tuan Rumah Forum Pimpinan PTKIS se-Jawa Tengah

Unisnu Jepara menjamu pimpinan PTKIS se Jawa tengah sabtu (22/6) kemarin

Jepara – Pengelola Perguruan Tinggi memiliki tanggungjawab untuk melakukan akreditasi yang dinilai oleh Badan Akreditasi Nasioan Perguruan Tinggi (BAN PT). Berdasarkan peraturan terbaru, semua perguruan tinggi di Indonesia harus sudah terakreditasi maksimal 10 Agustus 2019. Hingga kini perguruan tinggi dilingkungan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah 10 Jawa Tengah masih tercatat 22 dari 45 perguruan tinggi yang belum terakreditasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).

Hal itu diungkapkan Hasyim Muhammad, Sekretaris Koopertais 10 Jawa Tengah dalam acara Halal bihalal Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKPTKIS) yang digelar di Kampus Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Sabtu (22/06) kemarin.

Surat ijin perguruan tinggi bahkan terancam dicabut jika hingga batas waktu yang ditentukan belum terakreditasi AIPT. Meski demikain, instrumen akreditasi sembilan kriteria yang diberlakukan BAN PT dianggap berat bagi sebagian pengelola perguruan tinggi, bahkan menua pro kontra diberlakukannya.

Selain itu, Hasyim juga menghimbau pimpinan perguruan tinggi menginformasikan kepada para dosennya agar rajin membuka laman Kementerian Agama untuk mengakses informasi fasilitasi penelitian, pasalnya dananya sudah disiapkan dengan niminal yang tidak sedikit. Saat ini tidak ada perbedaan dosen negeri dan swasta. Keduanya sama-sama memiliki kesempatan untuk mengakses dana penelitian yang disediakan Kementerian Agama. Beasiswa studi lanjut juga tersedia banyak. Bahkan selama ini dosen swasta mendominasi akses beasiswa studi lanjut, diantaranya program lima ribu doktor.

“Program-program fasilitasi Kemenag itu untuk pengembangan perguruan tinggi yang kita kelola, mohon para pimpinan perguruan tinggi untuk menginformasikan kepada para dosen-dosen”, ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assa’idi dalam sambutannya mengungkap kegembiraan, karena Unisnu menjadi tuan rumah dalam silaturahim forum pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Tengah tersebut.

Ia mengungkap syukur dengan berkembang pesatnya Unisnu Jepara, mengingat dulu saat perintisan awal sering melakukan kunjungan untuk studi banding ke kampus-kampus yang juga masuk dalam Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dilingkungan Kopertais wilayah 10 Jawa Tengah.

Dalam forum tersebut, Sa’dullah juga memohon doa restu agar kampus yang dipimpinnya saat ini dapat berkembang lebih baik. Ia berharap, FKPTKIS dapat menjadi wadah untuk saling mengembangkan pendidikan tinggi masing-masing. Satu diantara lain saling mengisi dan memberikan masukan yang membangun.

Hal seruba juga diungkapkan Shodiq Abdullah, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara. Ia juga berharap kehadiran pimpinan PTKIS akan banyak membantu melihat dan menginformasikan keberadaan Unisnu Jepara yang sedang bangkit untuk melayani umat.

Kegiatan halal bihalal FKPTKIS segaja digelar sebagai wadah belajar merajut kebersamaan dari semua jenis pendidikan tinggi, saling bekerjasama untuk mengelola perguruan tinggi yang sehat.

Dari 45 pergurutan tinggi anggota FKPTKIS tersebut sebanyak 14 berhalangan hadir. Acara berlangsung gayeng dan menunjukkan keakraban pimpinan perguruan tinggi. Unisnu Jepara sebagai penyelenggara juga telah menayangkan secara langsung acara ini melalui akun resmi di Youtube. (Az)

Check Also

Perjalanan Sejarah Mapag Warso Enggal Makam Syekh Abu Bakar Pulau Panjang

Share this on WhatsApp Mapag Warso Enggal Syekh Abu Bakar Pulau Panjang. (Foto: Miqdad Sya’roni) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *