Home / Berita / Pesan Regenerasi Kiai di Wafatnya Kiai Nur Khasan

Pesan Regenerasi Kiai di Wafatnya Kiai Nur Khasan

kh nur hasan bangsri jepara
KH Nur Hasan

JEPARA – Ribuan pelayat menghantarkan kepergian KH Nur Hasan bin Iban, Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bangsri, Jepara, Minggu (21/8) siang di rumah duka Desa Banjaragung Kecamatan Bangsri.

Hadir di antaranya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Katib Syuriyah KH Muhammad Amirul Wildan, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, serta para kiai dan tokoh masyarakat.

KH Nuruddin Amin, mewakili keluarga almarhum menyatakan kehilangan dengan sosok kiai yang wafat di usianya yang ke-83 tahun tersebut. Hal serupa juga disampaikan Kiai Hayatun. “Beliau kiai yang khidmahnya di NU tak diragukan lagi, hingga beliau menghadap Allah Swt,” kata dia.

Sementara itu Kiai Akhyaruddin yang memberi mauidhah hasanah singkat memberi otokritik ke kiai sebagai pelajaran atas berpulangnya Kiai Nur Hasan. “Mautul ‘alim, mautul alam. Wafatnya orang alim, itu matinya alam. Kita kehilangan kiai sepuh dari Bangsri,” tuturnya.

Kiai Akhyaruddin menyebut di Bangsri sekarang tak lagi ada kiai sepuh. “Dulu ditinggal Kiai Ridwan, Romo Kiai Amin Sholeh, lalu kini Kiai Nur Hasan. Sekarang krisis kiai alim. Payahnya kiai-kiai sekarang banyak yang tidak memondokkan putra putrinya di pesantren. Ini mohon menjadi perhatian karena regenerasi kiai itu penting,” lanjutnya.

 

Untitled
Peziarah membawa jenazah KH Nur Hasan untuk dimakamkan

 

Kiai Nur Hasan sudah aktif di NU sejak muda, ia adalah Ketua Tanfidziyah NU Banjaran (1955-1960), Wakil Rais Syuriyah MWC NU Bangsri (1990), Rais Syuriyah MWC NU Bangsri (2002), dan Ketua Mustasyar MWC NU Bangsri (2015-sekarang). Kiai Hasan juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bangsri sejak 2005, dan ketua Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung.

Pada pertengahan Juli 2016, Kiai Hasan terjatuh saat wudlu di Mushalla Al Amin yang berada di depan rumahnya. Sejak saat itu, beliau sakit dan sempat di rawat di RSUD Kartini Jepara selama beberapa hari, hingga akhirnya pada Ahad (21/8) pukul 04.00 beliau wafat di rumahnya. Sebelum dimakamkan, jenazah Kiai Nur Hasan dishalatkan tiga kali yang dipimpin oleh KH. Multazam, KH. Kholilurrohman, dan KH Zainul Ufi.

Kiai Hasan meninggalkan satu istri, Hj. Mardiyah dan empat anak, KH Syaiful Hadi, Malihatin, Khunainin, dan Nur Huda, serta sepuluh cucu. (ms)

keluarga kh nur hasan bangsri jepara
Keluarga besar KH Nur Hasan, gambar diambil tahun 2014

Check Also

PD Muhammadiyah – PCNU Jepara : Tidak Benar Berita Pengusiran Santri di Karimunjawa

Share this on WhatsAppJepara – Menyikapi isu di media sosial dan media online provokatif terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *