Home / Berita / Pendidikan di NU Bisa Jadi “Senjata” Melawan Radikalisme

Pendidikan di NU Bisa Jadi “Senjata” Melawan Radikalisme

pelantikan lembaga-lembaga NU Jepara
DILANTIK: Sejumlah pengurus lembaga dalam naungan PCNU Jepara dilantik di aula Gedung NU Jepara, Minggu, 24 Januari 2016.

JEPARA – Pengurus Cabang NU (PCNU) Jepara, Minggu (24/1/2016) pagi melantik pengurus 18 lembaga yang berada dalam naungan NU Jepara. Dalam kesempatan itu, ditekankan pula agar nahdliyin dan masyarakat secara umum mewaspadai gerakan radikal sebagai imbas dari konflik di Timur Tengah.

Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua PB NU Bidang Pengkaderan Nusron Wahid, Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Nur Umar, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, seluruh pengurus syuriah dan tanfidziyah badan otonom NU, lembaga dan lajnah serta Majelis Wakil Cabang (MWC) se-Jepara. Hadir pula Kepala Kemanag Jepara Muhdi.
KH Ubaidillah Nur Umar mengingatkan agar pengurus dan warga NU tidak kecolongan dalam mengantisipasi gerakan radikalisme, meski baru dalam ranah pemikiran dan ajaran. Warga nahadliyin harus membendung gerakan yang terus menyusup tersebut. Bahkan di lingkungan yang kuat tradisi NU-nya.
“Gerakan ini tidak hanya merugikan umat, tapi juga bangsa secara keseluruhan,” kata Kiai Ubaidillah.
Nusron Wahid memaparkan, di dunia Islam, khususnya di Timur Tengah, NU menjadi salah satu perhatian, sekaligus target. NU menjadi salah satu yang terkena imbas dari konflik antara Sunni dan Syiah.
“Di mata orang Sunni, kita digolongkan Syiah yang harus disyahadatkan lagi. Tapi di kalangan Syiah, kita dianggap Zahidiyah atau orang beriman lemah. Tapi sisi positifnya, kita dianggap penengah dari konflik tersebut,” ucap dia.
Tapi yang menjadi masalah, adanya gerakan radikal seperti Islamic State (IS) yang merambah Asia Tenggara. Mengingat cita-cita IS membentuk khilafah internasional di masa depan, maka saat ini generasi muda usia 40 tahun ke bawah banyak direkrut. Di bidang pendidikan, pelajar hingga mahasiswa banyak disusupi doktrin mereka.
“NU harus mengoptimalkan peran Lembaga Pendidikan Maarif NU, IPNU-IPPNU, Ansor dan Fatayat. Antisipasi harus dari dua arah. LP Maarif NU harus menyiapkan kader intelektual dari seluruh lembaga pendidikan yang dinaungi. Untuk kader-kader IPNU-IPPNU, harus bisa masuk di sekolah umum, termasuk yang favorit. Ini soal akses,” kata dia.
KH Hayatun Abdullah Hadziq (Gus Yatun) menekankan lembaga- lembaga yang ada di bawah naungan NU harus bisa menyelesaikan masalah masyarakat. Di luar itu, semua kekuatan yang ada di Jepara mulai parpol hingga pejabat mendukung kegiatan NU. “Semua lembaga di NU harus melaksanakan kewajiban sesuai dengan program lembaga masing-masing. Kita harus kuat da nada di tengah-tengan masyarakat,” kata Gus Yatun. (Muhammadun)

Check Also

PD Muhammadiyah – PCNU Jepara : Tidak Benar Berita Pengusiran Santri di Karimunjawa

Share this on WhatsAppJepara – Menyikapi isu di media sosial dan media online provokatif terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *