Home / Opini / Nilai Filosofis dan Budaya Menyembelih Kerbau

Nilai Filosofis dan Budaya Menyembelih Kerbau

H. Hisyam Zamroni, Wakil Ketua PCNU Jepara

Di kampungku Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara khususnya di Mushalla Darussa’adah mempunyai tradisi yaitu jika berqurban yang disembelih adalah kerbau. Hal ini mempunyai nilai filosofi yang tinggi. Pertama, mengedepankan akhlakul karimah yaitu menghormati saudara-saudara kita yang memuliakan hewan selain hewan kerbau.

Kedua, kerbau adalah simbol “kerakyatan dan kehidupan” di mana masyarakat dalam mencari kehidupan butuh kerbau untuk membajak, ngluku, nggaru di sawah dan kebun. Dan ketiga, daging kerbau ternyata terlalu tinggi nilai kolestrolnya.

Secara historis Mbah Joko Tingkir Raja Pajang memiliki hubungan yang sangat akrab dengan rakyat pada masanya yang juga disimbolkan dengan hewan kerbau. Sanad tentang kerbau di Nusantara ini sungguh memberikan nilai filosofis dan budaya yang tinggi sebagai simbol “keumatan dan atau kerakyatan. (*)

Check Also

Rekonsiliasi Politik yang Mencerahkan

Share this on WhatsApp Oleh Ahmad Kholas Syihab, Wakil Sekretaris PC GP Ansor Jepara dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *