Home / Berita / Membangunkan Warga NU Sadar Berorganisasi

Membangunkan Warga NU Sadar Berorganisasi

KBIH NU Jepara
PARA calon jamaah haji dari KBIH NU Korwil Kecamatan Donorojo saat dilepas Ketua Tanfidziyah PCNU Gus Yatun (kanan), Minggu (7/8).

JEPARA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) terus mendorong kepada warga dan pengurus untuk terus sadar dengan potensi besarnya. Jika semuanya sadar dan guyub, maka akan lebih besar lagi yang bisa dilakukan NU.

“Rp 800 juta setiap bulan masuk ke kas NU apabila warga NU sadar berorganisasi,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq (Gus Yatun). Pernyataan ini disampaikan dalam acara pelepasan calon jamaah haji KBIH NU Korwil Kecamatan Donorojo, Minggu (7/8), di aula masjid Al Muttaqin Bandungharjo, Donorojo.

Kegiatan rutin setiap tahun tersebut dihadiri alumni KBIH NU angkatan  2005 sampai 2015 sebanyak 250 orang dan 30 orang calon jamaah haji 2016 se Kecamatan Keling dan Donorojo. Juga hadir Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar dan Pimpinan KBIH NU Jepara H Mustaqim.

Menurut Gus Yatun, jika penduduk Jepara sebanyak 1,2 juta jiwa dan warga NU 800 ribu orang dikalikan Rp 1.000/warga, maka dalam satu bulan ada dana sebesar Rp 800 juta yang dapat dipergunakan untuk kepentingan umat.

Gus Yatun mengajak warga sadar berorganisasi, sehingga tidak perlu lagi ada kiai yang mendorong dorongikut KBIH NU. Warga yang sadar berorganisasi dengan sendirinya akan membesarkan organisasi dengan berbondong-bondong ikut KBIH NU. Karena organisasi NU bertujuan untuk kepentingan masyarakat.

Salah satu contohnya, pasar rakyat di Bulan Ramadan 1437 H/2016 M, KBIH NU ikut berpartisipasi sebesar Rp 10 juta, PC LP Ma’arif NU Jepara Rp 15 juta. “Mari kita besarkan organisasi NU, di antaranya melalui KBIH NU. Nahdlatul Ulama besar dan lancar, intinya untuk masyarakat Jepara,” kata Gus Yatun mengakhiri pengarahannya. (Ula, ms)

 

Check Also

PD Muhammadiyah – PCNU Jepara : Tidak Benar Berita Pengusiran Santri di Karimunjawa

Share this on WhatsAppJepara – Menyikapi isu di media sosial dan media online provokatif terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *