Home / Opini / Mbah Moen Wali Ghouts

Mbah Moen Wali Ghouts

Oleh : Muhammad N. Faizin,
Jama’ah Majelis Soko Jeporo

Semalam dapat pencerahan menarik dari Gus Halimi Jombang, salah satu guru saya yang rutin setiap Selasa Kliwon, Majelis Soko Jeporo. Beberapa hal yang perlu saya tanyakan kepada beliau, yang kebetulan sangat dekat secara langsung juga secara ruhani dengan Mbah Moen. Saya menanyakan perihal kategori Wali apa beliau Simbah Maimoen Zubaer. Dan Gus Halimi menjawab, “Mbah Moen termasuk Wali Ghouts,” kata Gus Halimi.

Coba kita runtut apa definisi Wali al Ghouts, yakni Wali yang sangat paripurna, derajat yang tinggi. Ia memimpin dan menguasai para Wali di seluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang pada tiap masanya. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.

Ada hikmah dan kesimpulan, bahwa Simbah Maimoen Zubair derajatnya adalah Wali Qutub al Ghouts pada zamannya dan (bahkan) lintas masanya sehingga beliau wafat, dan Wali yang menggantikan adalah Wali Al Ghouts berikutnya, yang menyesuaikan zamannya. Tentunya wali Ghouts bisa lebih modern dan lebih muda dari Mbah Moen. Siapa pun itu, semoga pengganti Mbah Moen pastinya mampu membimbing umat secara universal, bukan parsial seperti Mbah Maemoen.

Dalam dialog semalam seusai istighosah, ada kesimpulan hebat yang membuat saya terkesima. Bahwa Mbah Maimoen itu salah satu ulama’ yang ‘alim juga ahli hikmah yang istiqamah. Setiap zikir dan do’anya dampaknya sudah dirasakan meluas seantero dunia. Adapun ahli hikmah kelas paling rendah, zikir dan do’anya paling tidak bisa memberikan dampak pada umat yang berada di radius 200 m2 disekitar tempat ia berzikir dan berdo’a.

Sedikit mengutip dalil :
إذا مات العالم بكت عليه أهل السموات والأرض سبعين يوما

“Ketika seorang ‘Âlim wafat, semua penghuni langit dan bumi menangisi kepergiannya selama 70 hari”.

Itu benar dan bisa kita rasakan, sang Wali Ghouts itu Mbah Moen ketika “kapundut” membuat semesta alam turut bersedih atas kepergiannya di bumi ini. Kita bisa lihat bahwa langit Kota Makkah mendung dan hujan. Ketika tim medis dan dokter menyatakan meninggal pada pukul 04.17 WAS. Mendung dan hujan sejak subuh, mengiringi hingga proses pemakaman beliau di Jannatul Ma’la.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأحسن نزله وارض عنه
واجعل يا رب قبره مملوءا بنور وسرور وبهجة وحبور
اللهم أجرنا في مصيبتنا واخلف لنا خيرا منها. له الفاتحة.

Check Also

Nilai Filosofis dan Budaya Menyembelih Kerbau

Share this on WhatsApp H. Hisyam Zamroni, Wakil Ketua PCNU Jepara Di kampungku Desa Ngabul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *