Home / Pojok Bola / Laga Sarat Gengsi

Laga Sarat Gengsi

El clasico” Bagi Madrid laga ini menjadi penentu kan mereka dalam perebutan juara La Liga musim ini, karena jika mereka kalah dalam laga nanti akan semakin memperlebar jarak dengan Barca yang saat ini kokoh di puncak klasemen “
 
El clasico bukan sekadar pertandingan sepak bola. Laga ini tidak seperti laga Liverpool vs Manchester United, tidak juga seperti laga Boca Junior vs River Plate, apalagi laga Persib vs Persija. El clasico sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan laga-laga tersebut. El clasico bukan sekadar ajang untuk membuktikan siapa yang layak disebut “Killer Pass” antara Iniesta dan Kroos, juga bukan soal Messi yang akan memecahkan rekor di depan Ronaldo. El clasico sangat kental nuansa konflik strata sosial. Ia semacam media perlawanan publik Catalan atas kejamnya rezim pemerintahan Spanyol di masa lalu. Maka tidak mengherankan jika masing-masing kubu dalam laga ini seperti membawa sepasukan serdadu perang, bukan sekedar membawa kesebelasan sepak bola.
Terlalu besar yang harus dipertaruhkan dari sebuah kehormatan dalam laga ini. Menghadapi El clasico seolah-olah Presiden Real Madrid, Florentino Perez memberi warning kepada Zinedine Zidane, manager Real Madrid, ” Anda boleh kalah dari siapa saja di laliga ini, tetapi tidak dari Barcelona “.
Meski begitu di lapangan “peperangan” ini sepanjang sejarahnya selalu berlangsung dalam sportivitas tinggi, kehormatan yang harus dijaga.
 
Akhir pekan ini akan tersaji laga Super Big Match bertajuk El clasico jilid 2. Barcelona akan menjamu Real Madrid dalam laga lanjutan laliga jornada ke-31 di Camp Nou pada Minggu (3/4) pukul 01.30 WIB.
Tak bisa dipungkiri bahwa laga ini akan menyedot perhatian jutaan mata. Tidak hanya para pecinta sepakbola saja, orang yang sebelumnya tidak begitu suka bolapun mendadak genit ikut-ikutan gila bola. Nonton bareng seperti jamur di musim penghujan muncul di mana-mana. El classico seolah magnet dengan daya tarik besar yang mampu menyedot perhatian publik. Dunia seolah berhenti selama 90 menit menyaksikan “peperangan” ini.
 

Panas

 Screenshots_2016-04-01-07-33-53
Madrid menyambangi markas Barcelona dengan semangat tinggi dan penuh percaya diri. Bermodal kesuksesan melaju ke babak perempat final Liga Champions Eropa Los Blancos optimistis mampu menghancurkan keperkasaan Blaugrana sekaligus memangkas jarak poin atas tuan rumah.
Los Blancos memiliki catatan cukup baik kala menyambangi Camp Nou. Dalam lima lawatan terakhir Madrid membukukan dua kemenangan, dua kekalahan dan sekali hasil imbang. Bagi Madrid laga ini menjadi penentu kans mereka dalam perebutan juara laliga musim ini, karena jika mereka kalah dalam laga nanti akan semakin memperlebar jarak dengan Barca yang saat ini kokoh di puncak klasemen. Misi Madrid dalam laga ini adalah balas dendam atas kekalahan mereka 0-4 di El clasico jilid 1.
 
Di kubu tuan rumah Los Blaugrana menyiapkan amunisi penuh dalam menyambut musuh bebuyutannya tersebut. Lionel Messi dkk dalam kondisi fit setelah melakoni laga membela negaranya masing-masing dalam menghadapi piala dunia 2018 zona conmebol. Manager Barcelona, Luis Enrique menegaskan bahwa laga ini bukanlah laga penentuan juara, sebab laliga masih menyisakan delapan pertandingan dan posisi el barca tidak sepenuhnya aman dari kejaran rival-rivalnya.
Bermodal kemenangan 4-0 saat menyambangi Bernabeu di El clasico jilid 1 lalu el barca optimis mampu membungkam tamunya tersebut karena grafik permainan el barca meningkat drastis dan tak terkalahkan di 38 pertandingan terakhir di semua kompetisi yang mereka ikuti.
 Screenshots_2016-03-22-10-34-11
Fakta menarik pada El clasico jilid 2 musim ini adalah tidak hanya rivalitas antar pemain yang mewarnai panasnya laga, tetapi juga rivalitas antar manager. Tidak dipungkiri bahwa Zinedine Zidane pernah terlibat perseteruan dengan Luis Enrique saat keduanya masih berseragam pemain. Peristiwa pada El clasico 2002-2003 di mana Zidane mencakar wajah Enrique saat Enrique membela Carles Puyol yang terkena sikutan Zidane masih sangat membekas di benak kedua manager, sehingga hawa panas laga el classico di era Zidane dan Enrique ini akan semakin panas dan menjadi alasan penting bahwa laga minggu dini hari nanti sangat layak disaksikan. (Muhammad Nasrullah Huda, ketua LBM NU Jepara, pemerhati La Liga).

Check Also

Liverpool Bagai Mengulang Sejarah Hebat Istambul 2005

Share this on WhatsAppLIVERPOOL – Laga dramatis tersaji di Anfield, kala Liverpool menjamu Borussia Dortmund …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *