Home / Berita / Di Unisnu, Majlis Dzikir Bisa Disaingi Band Regge

Di Unisnu, Majlis Dzikir Bisa Disaingi Band Regge

IMG-20160331-WA0000

TAHUNAN – Majlis Zikir, Maulid dan Ta’lim Jam’iyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar Robbaniyyin Unisnu Jepara menyelenggarakan acara rutin selapanan malam Kamis Kliwon di Masjid Ar Robbaniyyin, Kampus Unisnu Tahunan Jepara (30/03/2016).

Pembacaan Rotib al-Hadad dan maulid Simthud Duror dipimpin Habib Abu Bakar Assegaf, dilanjutkan ngaji kitab Washiyatul Musthofa (kumpulan wasiat Nabi Muhammad SAW) disampaikan oleh Ustadz Akhid Turmudzi.

Pada saat itu, di tempat yang sama, tepatnya di depan Masjid kampus, himpunan mahasiswa Prodi Tehnik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi juga menggelar inovasi dan kreativitas mahasiswa (Ikmatif 2) dengan hiburan musik band regge. Mereka mendatangkan grup band Skawan yang beraliran SKA.

Habib Abu Bakar Assegaf, pengasuh majelis tersebut menyayangkan kegiatan zikir dan shalawat yang sudah rutin dilaksanakan setiap malam Kamis Kliwon harus terganggu dengan adanya hiburan band regge itu.

“Ini majlis sudah rutin, seharusnya hiburan band regge tersebut tidak dilaksanakan bertepatan dengan rutinan Jamuro di Masjid Kampus Unisnu, yang tercatat sebagai Kampus Islam Nahdlatul Ulama’ terdepan di Indonesia. Seharusnya minta ijin kepada pengurus masjid kampus karena sebagai panitia pelaksana rutinan majlis zikir,” kata Habib Abu Bakar.

Zikir rotib Al Hadad dan pembacaan shalawat yang dilantunkan oleh jama’ah jadi terganggu dan tidak khusu’ karena adanya alunan musik band regge yang beraliran SKA.

Salah satu jama’ah Jamuro, Samsul Ma’arif, juga mengaku heran. Dia menyebut baru kali ini ada kegiatan zikir dan shalawat disaingi oleh band, dan lokasinya berhadap-hadapan langsung. “Dzikir kepada Allah pun menjadi tidak nyaman dan sangat mengganggu jamaah yang hadir di majlis tersebut,” kata Samsul. (miqdad/abd)

Check Also

PD Muhammadiyah – PCNU Jepara : Tidak Benar Berita Pengusiran Santri di Karimunjawa

Share this on WhatsAppJepara – Menyikapi isu di media sosial dan media online provokatif terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *