Home / Berita / Ada Nuansa Saling Mengingatkan Dengan Tawa di Pelantikan 23 Ranting NU Se Mayong

Ada Nuansa Saling Mengingatkan Dengan Tawa di Pelantikan 23 Ranting NU Se Mayong

Pelantikan Ranting se Mayong

MAYONG – Ada 23 pengurus ranting NU se Kecamatan Mayong yang dilantik Wakil Ketua PCNU Jepara, Hisyam Zamroni di Gedung MWC NU Mayong, Senin (8/05/2016) malam. Semua Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah hadir dalam acara yang dirangkai dengan Pengajian Umum Isra Mi’raj dan Harlah NU ke-93 itu. Berikut pengurus ranting yang dilantik:

No Ranting Desa Rais Syuriah Ketua Tanfidziyah
1. Bungo K. Nur Hasan K. Selamet Riyadi
2. Pancur I K. Ali Rofi’ K. Masluhin M.PdI
3. Pancur II K Ahmad Thohari K. Fathan
4. Pancur III KH. Mursyid K. Muadzim
5. Rajekwesi K. Ahmad Sholeh K. Suwardi
6. Bandung K. Abdul Halim K. Suparjo
7. Ngroto Lor Krajan K. Kusnadi K. Abdul Aziz S.PdI
8. Ngroto Kidul Kedungsari K. Lukman Hakim K. Nakhis
9. Pule K. Suntari K. Tsamrotul Huda
10. Buaran K. Abdul Muiz K. Maslikhun al-Hafidz
11. Kepel K. Syuhada’ K. Nur Rohman
12. Kedungombo K. Nur Cholis K. Zainudin, S.Pd
13. Jebol K. Mas’adi K. Nur Ahsan
14. Singorojo Kulon KH. Maslam, S.Ag K. Nur Hadi
15. Singorojo Wetan KH. Thoifuri K. Abdul Haris al-Hafidz
16. Pelemkerep KH. Mahzum al-Hafidz K. Zuhairudin S.PdI
17. Sengon Bugel KH. Muhamad Harsono K. Nur Kholis
18. Pelang Kidul K. Fauziyanto K. Munzairi, S.Hi
19. Paren K. Ahmad Musta’in K. Ali Masyhud
20. Kuanyar K. Abu Yazid K. Ahsanuddin
21. Tigajuru K. Setiman Subkhan K. Nur Faizin M.Si
22. Mayong Kidul K. Muhammad Alfaquthoni Suparmanto K. Nur Rofiq
23. Mayong Lor K. Nur Baidi K. Saifudin Zuhri, S.PdI

Kiai Mughis Nailufar, Spd.I, MP.d, Ketua MWC NU Mayong Jepara, dalam sambutan setelah pelantikan masal itu memaparkan program penguatan dan penataan organisasi sebelum bicara program setahun kemudian. “Kalau sudah kuat, kita bicara program 2017,” ujarnya.

Sempat menyinggung pula soal PKI. Menurutnya, seluruh warga NU se Mayong diminta agar biasa-biasa saja wacana PKI yang akhir-akhir ini muncul ke media lagi. Ia berpesan supaya terus berhati-hati karena bisa jadi hanya pengalihan isu.

“Kami warga NU, Banser, Remaja Masjid siap ganyang PKI jika benar-benar ada. Kepada pak polisi dan TNI, jenengan tidur mawon, kita mampu mengganyang PKI jika benar isu itu ada dan terjadi,” tandas Mughits.

Menanggapi ganyang PKI itu, KH Hayatun Nufus, ketua PCNU Jepara, mengingatkan kembali peran NU. Katanya, warga NU tidak usah menggebu-gebu soal ganyang PKI. Tugas NU dari dulu adalah meratakan jalan terjal kebangsaan semacam PKI. Apalagi PCNU belum memberikan instruksi apapun soal PKI. MWC NU disindir karena mendahului instruksi atasan.

“Yang penting para pengurus ranting tahu tugas masing-masing. Jangan melulu sarana dipentingkan sementara tujuannya tidak ada. Sekarang NU Jepara sudah bangkit mulai ujung kecamatan Donorojo hingga Nalumsari. Tidur saja mimpinya bisa tentang NU. Bahkan Camat Mayong pun jadi Ketua LKK NU Cabang,” ujar Kiai Yatun disambut tepuk tangan ratusan hadirin.

Lebih lanjut Kiai Hayatun mengingatkan agar pengurus NU jangan jadi makelar politik di tahun politik Jepara ini. Ini akan mengakibatkan ketidakkompakan NU. Jika gara-gara politik akhirnya Ketua Tanfidz-nya ke Utara dan Rais Syuriah-nya ke Selatan, maka yang rugi adalah warga NU. “Man lam ya’rif siyasah akalahus siyasah. Jadi pengurus ranting harus cerdas. NU-nya yang harus dikuatkan, bukan politiknya, biar umat tidak masuk aliran sesat,” tandasnya.

Bergiat dalam Program NU

KH Bukhari Masruri Semarang, yang hadir sebagai pembicara, mengingatkan para pengurus ranting yang dilantik agar rajin berkegiatan NU. Banyak orang ingin menjadi pengurus NU namun tidak ingin melaksanakan program-program NU.

“Perlunya apa, kalau sudah jadi ketua Cabang, ia pasti didekati ketika ada pencalonan bupati. Mendekati Ketua Cabang NU Jepara seperti Kiai Hayatun itu pasti bawa sesuatu,” katanya, disambut tawa.

Kiai Bukhari yang jadi aktivis NU sejak nyatri di Sarang hingga terakhir menjabat Ketua PWNU Jawa Tengah itu juga menimpali Ketua MWC NU, Kiai Mughits soal setahun penguatan organisasi.

“Saya ketika jadi Ketua MWC, anak buahku saya buat sehari harus pintar tata administrasi dan organisasi. Kelamaan Pak nunggu setahun. Belilah buku-buku administrasi lengkap, digarap di MWC, ranting diundang mengikuti kursus organisasi, mereka datang, bagikan bukunya. Pulang mereka pintar semua,” paparnya.

Setelah diingatkan Kiai Hayatun, giliran Kiai Bukhari Masruri turut mengingatkan Kiai Mughits. Menurutnya, kalau Bapak Koramil dan Polisi diminta tidur, lalu Ketua MWC mengambil alih tugas mau melaksanakan, itu akan mengakibatkan anarkisme dan merupakan perbuatan tanpa pijakan hukum yang jelas.

“Harusnya, Ketua NU bilang “Kalau PKI bergerak, saya siap berdiri di belakang Bapak Koramil dan Bapak Kapolsek menggayang mereka”, begitu seharusnya,” sindir Kiai Bukhari. Hadirin pun ikut tertawa.

Inilah indahnya NU. Saling mengingatkan dengan gembira. Banyak kiai yang hadir terlihat ikut terbahak-bahak tanpa. Hadirin banyak yang mengikuti pengajian dengan tema “ngunduh tabungan Nabi” itu. (abd)

Check Also

PD Muhammadiyah – PCNU Jepara : Tidak Benar Berita Pengusiran Santri di Karimunjawa

Share this on WhatsAppJepara – Menyikapi isu di media sosial dan media online provokatif terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *